Macam-Macam Cara KB, dengan kontrasepsi Serta Efek Sampingnya
Banyak temen saya yang sudah menikah dan punya anak, tapi mereka belum tau
mengenai kontasepsi. Jadi ini sedikit informasi yang bisa aku bagi ke kalian
gaes :D
Alat kontrasepsi menjadi andalan pemerintah untuk menekan tingkat
pertumbuhan penduduk. Jadi ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh pasangan
yang menerapkan sistem Keluarga Berenaca (KB). Dengan tujuan :
-
Membatasi jumlah anak
-
Menjarangkan kehamilan
-
Menyudahi kehamilan
“Masing-masing pasangan punya
alasan. Mungkin karena urusan sekolah, pekerjaan, usia, kesehatan dan segala
macam. Bisa juga karena sudah memiliki anak dan hendak menunda kehamilan
berikutnya. Atau, ya, ingin berhenti karena anak sudah banyak,” jelas dr. Andon
Hestiantoro, Sp.OG, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Ada beberapa metode dalam kontrasepsi, jadi kontrasepsi itu gak selalu
dengan alat. Disini saya akan berbagi sedikit informasi yang saya dapat dalam
proses pendidikan kesehatan (Saya baru Semester 3 di jurusan Keperawatan). Sekedar
informasi yang bisa saya bagi, kontrasepsi itu memiliki beberapa metode,
diantaranya:
1.
Metode sederhana
-
Tanpa alat/obat
-
Dengan alat/obat
2.
Metode efektif
-
Tidak permanen
-
Permanen
KONTRASEPSI
1.
Metode sederhan, dinamakan karena sifatnya sebagai
pelindung. Maksudnya, kontrasepsi ini mencegah bertemunya sperma dan sel telur
dalam rahim.
Disini ada 2 cara, yaitu tanpa
alat/obat dan dengan alat/obat.
-
Tanpa obat :
a. Coitus
Interuptus, yaitu penarikan kelamin laki-laki dari kelamin wanita sebelum
terjadinya ejakulasi. (angka kegagalan tinggi, karena tidak semua laki-laki
bisa mengontrol pengeluaran sperma)
b. Post cortal
Douche, yaitu pembilasan kelamin wanita setelah berhubungan. Gunannya untuk
mengeluarkan sperma dari kelamin wanita. (angka kegagalan tinggi, karena sebagian
besar spermatozoa udah banyak yang masuk ke vagina)
c. Prolonged
Lactation (ini cocok buat ibu yang baru
saja melahirkan, banyak ya kejadian ibu baru melahirkan tapi gak lama kemudian
dia hamil lagi. Kalo bahas penyebabnya sih panjang ya. Ini tentang hormon
estrogen yang meningkat) yaitu memperpanjang masa menyusui (saat menyusui hhormon laktasi meningkat
sehingga menekan pembentukan hormon estrogen/hormon yang memproduksi sel telur.
(tapi, angka kegagalan juga tinggi. Karena semua orang memiliki proses
pembentukan yang berbeda).
d. Mastrubasi
Mutualisme, permainan seks sampai mencapai klimaks tanpa melakukan hubungan
intim. (angka kegagalan rendah, jelaslah ya kan gak ada pertemuan sperma dan
ovum/sel telur secara langsung. Tapi dalam cara ini perlu diperhatikan dan
dipertimbangkan aspek psikologis dari pasangannya).
e. Pantang
berkala, yaitu tidak melakukan hubungan intim pada masa subur wanita. Cara
menentukan masa subur (menggunakan METODE KALENDER).
Pembentukan
sel telur terjadi 14 hari (12-16) sebelum haid berikutnya.
Jadi gini,
setiap wanita kan pasti haid tiap bulan, untuk menghitung masa suburnya perlu
rumus :
-
Dengan alat/obat :
a. Kondom, fungsi
kondom sebenarnya untuk menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam vagina.
Perlindungan tersebut efektif 90 persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan
spermisida (melemahkan sperma). “Rata-rata, dari 100 pasangan dalam setahun,
sekitar 4 wanita yang hamil,” ujar Andon.
b. Diafragma/Cup
Kontrasepsi wanita yang mirip kondom. Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim 1 jam sebelum berhubungan dan dilepas 8 jam setelah berhubungan. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina, semacam sekat yang dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.
Kontrasepsi wanita yang mirip kondom. Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim 1 jam sebelum berhubungan dan dilepas 8 jam setelah berhubungan. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina, semacam sekat yang dapat mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.
c. Spermicide,
yaitu zat kimia berfungsi untuk melemahkan sperma. Bentuknya seperti cream,
jelly, cairan ataupun tissue. Dioleskan pada mulut rahim, tapi
angka kegagalan tinggi. Setiap kali mau berhubungan harus memakainya (boros).
2.
Metode efektif
-
Tidak permanen
a. Pil, efeknya
pusing, mual, pembesaran payudara, nafsu makan bertambah, BB naik, gelisah,
jerawatan, keputihan, dan mudah tersinggung.
b. Suntik, efek
sampingnya yaitu tejadi gangguan haid.
c. Susuk/impant/AKBK
(Alat Kontrasepsi Bawah Kulit), efek sampingnya BB naik/turun, mual, migran,
jerawatan, mudah terkena infeksi pada bekas luka pemasangan AKBR.
d. IUD/AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim). Efeknya saya belum tau pasti tapi menurut materi
kuliah lain yaitu kehamilan ektopik/kehamilan diluar kandungan karena adanya
pemakaian IUD.
-
Permanen/Kontap (kontasepsi mantap)
Dipilih dengan alasan sudah merasa
cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Caranya, suami-istri dioperasi
(vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita). Tindakan dilakukan pada
saluran bibit pada pria dan saluran telur pada wanita, sehingga pasangan
tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi. Efek sampinya perdarahan pada
bekas luka operasi, infeksi dan tidak dapat melakukan hubungan intim selama 2
minggu (untuk pria yang melakukan vasektomi).
Thanks for reading Gaes J
Semoga bermanfaat ya untuk para ibu yang mau
melakuakan KB !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar