Kamis, 25 Desember 2014

Macam-Macam Cara KB, dengan kontrasepsi Serta Efek Sampingnya



Macam-Macam Cara KB, dengan kontrasepsi Serta Efek Sampingnya
Banyak temen saya yang sudah menikah dan punya anak, tapi mereka belum tau mengenai kontasepsi. Jadi ini sedikit informasi yang bisa aku bagi ke kalian gaes :D
Alat kontrasepsi menjadi andalan pemerintah untuk menekan tingkat pertumbuhan penduduk. Jadi ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh pasangan yang menerapkan sistem Keluarga Berenaca (KB). Dengan tujuan :
-         Membatasi jumlah anak
-         Menjarangkan kehamilan
-         Menyudahi kehamilan
 “Masing-masing pasangan punya alasan. Mungkin karena urusan sekolah, pekerjaan, usia, kesehatan dan segala macam. Bisa juga karena sudah memiliki anak dan hendak menunda kehamilan berikutnya. Atau, ya, ingin berhenti karena anak sudah banyak,” jelas dr. Andon Hestiantoro, Sp.OG, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Ada beberapa metode dalam kontrasepsi, jadi kontrasepsi itu gak selalu dengan alat. Disini saya akan berbagi sedikit informasi yang saya dapat dalam proses pendidikan kesehatan (Saya baru Semester 3 di jurusan Keperawatan). Sekedar informasi yang bisa saya bagi, kontrasepsi itu memiliki beberapa metode, diantaranya:
1.      Metode sederhana
-         Tanpa alat/obat
-         Dengan alat/obat
2.      Metode efektif
-         Tidak permanen
-         Permanen
KONTRASEPSI
1.      Metode sederhan, dinamakan karena sifatnya sebagai pelindung. Maksudnya, kontrasepsi ini mencegah bertemunya sperma dan sel telur dalam rahim.
Disini ada 2 cara, yaitu tanpa alat/obat dan dengan alat/obat.

-         Tanpa obat :
a.       Coitus Interuptus, yaitu penarikan kelamin laki-laki dari kelamin wanita sebelum terjadinya ejakulasi. (angka kegagalan tinggi, karena tidak semua laki-laki bisa mengontrol pengeluaran sperma)
b.      Post cortal Douche, yaitu pembilasan kelamin wanita setelah berhubungan. Gunannya untuk mengeluarkan sperma dari kelamin wanita. (angka kegagalan tinggi, karena sebagian besar spermatozoa udah banyak yang masuk ke vagina)
c.       Prolonged Lactation (ini cocok buat ibu yang baru saja melahirkan, banyak ya kejadian ibu baru melahirkan tapi gak lama kemudian dia hamil lagi. Kalo bahas penyebabnya sih panjang ya. Ini tentang hormon estrogen yang meningkat) yaitu memperpanjang masa menyusui (saat menyusui hhormon laktasi meningkat sehingga menekan pembentukan hormon estrogen/hormon yang memproduksi sel telur. (tapi, angka kegagalan juga tinggi. Karena semua orang memiliki proses pembentukan yang berbeda).
d.      Mastrubasi Mutualisme, permainan seks sampai mencapai klimaks tanpa melakukan hubungan intim. (angka kegagalan rendah, jelaslah ya kan gak ada pertemuan sperma dan ovum/sel telur secara langsung. Tapi dalam cara ini perlu diperhatikan dan dipertimbangkan aspek psikologis dari pasangannya).
e.       Pantang berkala, yaitu tidak melakukan hubungan intim pada masa subur wanita. Cara menentukan masa subur (menggunakan METODE KALENDER).
Pembentukan sel telur terjadi 14 hari (12-16) sebelum haid berikutnya.
Jadi gini, setiap wanita kan pasti haid tiap bulan, untuk menghitung masa suburnya perlu rumus :

-         Dengan alat/obat :
a.       Kondom, fungsi kondom sebenarnya untuk menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam vagina. Perlindungan tersebut efektif 90 persen. Terlebih jika dipakai bersama dengan spermisida (melemahkan sperma). “Rata-rata, dari 100 pasangan dalam setahun, sekitar 4 wanita yang hamil,” ujar Andon.
b.       Diafragma/Cup
Kontrasepsi wanita yang mirip kondom. Bentuknya seperti topi yang menutupi mulut rahim 1 jam sebelum berhubungan dan dilepas 8 jam setelah berhubungan. Terbuat dari bahan karet dan agak tebal. Kontrasepsi ini dimasukkan ke dalam vagina, semacam sekat yang dapat mencegah masuknya sperma ke dalam  rahim.
c.       Spermicide, yaitu zat kimia berfungsi untuk melemahkan sperma. Bentuknya seperti cream, jelly, cairan  ataupun  tissue. Dioleskan pada mulut rahim, tapi angka kegagalan tinggi. Setiap kali mau berhubungan harus memakainya (boros).

2.      Metode efektif
-         Tidak permanen
a.       Pil, efeknya pusing, mual, pembesaran payudara, nafsu makan bertambah, BB naik, gelisah, jerawatan, keputihan, dan mudah tersinggung.
b.      Suntik, efek sampingnya yaitu tejadi gangguan haid.
c.       Susuk/impant/AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit), efek sampingnya BB naik/turun, mual, migran, jerawatan, mudah terkena infeksi pada bekas luka pemasangan AKBR.
d.      IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Efeknya saya belum tau pasti tapi menurut materi kuliah lain yaitu kehamilan ektopik/kehamilan diluar kandungan karena adanya pemakaian IUD.
-         Permanen/Kontap (kontasepsi mantap)
Dipilih dengan alasan sudah merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Caranya, suami-istri dioperasi (vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita). Tindakan dilakukan pada saluran bibit pada pria dan saluran telur pada wanita, sehingga pasangan tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi. Efek sampinya perdarahan pada bekas luka operasi, infeksi dan tidak dapat melakukan hubungan intim selama 2 minggu (untuk pria yang melakukan vasektomi).
Thanks for reading Gaes J
Semoga bermanfaat ya untuk para ibu yang mau melakuakan KB !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar